Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Upaya-Upaya berakhirnya kekuasaan Inggris di Indonesia

Upaya-Upaya berakhirnya kekuasaan Inggris di Indonesia

  Adanya Kapitulasi Tuntang
Pada tahun 1602, armada Inggris sampai di Banten dan berhasil mendirikan Loji disana. Pada tahun 1904, Inggris mengadakan perdagangan dengan Ambon dan Banda, tahun 1909 mendirikan pos di Sukadana Kalimantan, tahun 1613 berdagang dengan Makassar (kerajaan Gowa), dan pada tahun 1614 mendirikan loji di Batavia (jakarta). Dalam usaha perdagangan itu, Inggris mendapat perlawanan kuat dari Belanda. Belanda tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk mengusir orang Inggris dari Indonesia. Setelah terjadi tragedi Ambon Massacre, EIC mengundurkan diri dari Indonesia dan mengarahkan perhatiannya ke daerah lainnya di Asia tenggara, seperti Singapura,  Malaysia, dan Brunei Darussalam sampai memperoleh kesuksesan. Inggris kembali memperoleh kekuasaan di Indonesia melalui keberhasilannya memenangkan perjanjian Tuntang pada tahun 1811. Selama lima tahun (1811 – 1816), Inggris memegang kendali pemerintahan dan kekuasaanya di Indonesia yang isinya:
o  Daerah jajahan belanda diserahkan kepada Inggris
o  Tentara belanda menjadi tawanan inggris
o  Orang-orang belanda dapat menjadi pegawai Inggris
  Jasa-jasa Raffles
Indonesia mulai tahun 1811 berada dibawah kekuasaan Inggris dan Inggris menunjuk Thomas Stanford Raffles sebagai Letnan Gubernur jenderal di Indonesia dan juga berdasarkan kapitulasi tuntang tahun 1811, inggris secara resmi menguasai Indonesia, maka gubernur jendral eic, lord minto menunjuk Stanford raffles untuk membentuk pemerintahan di Indonesia. Jasa2 raffles selama memerintah Indonesia antara lain:
•       Mendukung lembaga kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang bernama bataviaasch genootschop di harmoni
•      Menulis buku the history of java
•      Menemukan bunga “rafflesia arnoldi”
•      Istrinya Raffles, Olivia Marianne, “merintis kebun raya bogor”
•      Mengembalikan sultan sepuh menjadi sultan yogyakarta
Adapun kebijakan Raffles yang dilakukan di Indonesia antara lain:
•       Jenis penyerahan wajib pajak dan rodi harus dihapuskan;
•       Rakyat diberi kebebasan untuk menentukan tanaman yang ditanam;
•       Tanah merupakan milik pemerintah dan petani dianggap sebagai penggarap tanah tersebut;
•       Bupati diangkat sebagai pegawai pemerintah.
Akibat dari kebijakan diatas, maka penggarap tanah harus membayar pajak kepada pemerintah sebagai ganti uang sewa. Sistem tersebut disebut Lnadrent atau sewa tanah. Sistem tersebut memiliki ketentuan, antara lain:
•         Petani harusmenyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut;
•         Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah;
•         Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai;
•         Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala.
Sistem landrent ini diberlakukan terhadap daerah-daerah di Pulau jawa, kecuali daerah-daerah sekitar Batavia dan parahyangan. Hal itu disebabkan daerah-daerah Batavia pada umumnya telah menjadi milik swasta dan daerah-daerah sekitar Parahyangan merupakan daerah wajib tanam kopi yang memberikan keuntungan yang besar kepada pemerintah. Selama sistem tersebut dijalankan, kekuasaan Bupati sebagai pejabat tradisional semakin tersisihkan karena trgantikan oleh pejabat berbangsa Eropa yang semakin banyak berdatangan. Raffles berkuasa dalam waktu yang cukup singkat. Sebab sejak tahun 1816 kerajaan Belanda kembali berkuasa di Indonesia. Pada tahun 1813, terjadi prang Lipzig antar Inggris melawan Prancis. Perang itu dimenangkan oleh Inggris dan kekaisaran Napoleon di Prancis jatuh pada tahun 1814. Kekalahan Prancis itu membawa dampak pada pemerintahan di negeri Belanda yaitu dengan berakhirnya pemerintahan Louis Napoleon di negeri Belanda. Pada tahun itu juga terjadi perundingan perdamaian antara Inggris dan Belanda.
  Perjanjian London (Konvensi London)
Pada tahun 1813 terjadi koalisi antara belanda dengan inggris untuk menghadapi napoleon Bonaparte. Pada tahun 1814 antara inggris dan belanda menandatangani konvensi London yang isinya :
-inggris mengembalikan wilayah Indonesia kepada belanda
-inggris berkuasa di India
penyerahan Indonesia dari inggris ke tangan belanda pada tahun 1816. sejak itu, kekuasaan inggris berakhir di Indonesia .



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar